1 July 20190 Komentar
Ditulis oleh dinsosp3a

PENGERTIAN

Pengangkatan Anak adalah suatu perbuatan hukum yangn mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua/wali. yang sah atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut kedalam lingkungan keluarga orang tua angkat (Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007)

DASAR HUKUM

      Dasar Hukum Pengangkatan Anak

  1. Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak
  • PP No. 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak
  1. Peraturan Menteri Sosial Nomor 110/HUK/2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak
  2. Peraturan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Teknis Prosedur Pengangkatan Anak.

PRINSIP

       Prinsip Pengangkatan Anak

  1. Pengangkatan Anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak, dilakuikan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Pengangkatan anak tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dengan oraang tua kandungnya.
  3. Calon Orang Tua Angkat (COTA) harus seagama dengan agama yang dianut oleh Calon Anak Angkat (CAA).
  4. Dalam hal asal usul anak tidak diketahui, maka agama anak disesuaikan agama mayoritas penduduk tempat ditemukannya anak tersebut.
  5. Pengangkatan Anak Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Warga Negara Asing (WNA) dapat dilakukan sebagai upaya akhir.
  6. Orang tua angkat wajib memberitahukan kepada anak angkatnya memngenai asal usul anak dan orang tua kandungnya dengan memperhatikan kesiapan mental anak.

PERSYARATAN

1.Calon Anak Angkat

  • Anak yang belum berusia 18 bulan
  • merupakan anak terlantar atau ditelantarkan 
  • berada dalam asuhan keluarga stau dalam lembaga pengasuh anak
  • memerlukan perlindungan khusus

2. Calon Orang Tua Angkat

  • sehat jasmani dan rohani
  • berumur paling rendah 30 tahun dan paling tinggi 55 tahun
  • beragama sama dengan calon anak angkat
  • berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena tindakan kejahatan
  • Berstatus menikah secara sah paling sekurang-kurangnya 5 tahun
  • Tidak merupakan pasangan sejenis
  • Tidak atau belum mempunyai anak atau hanya memiliki 1 (satu) orang anak
  • Dalam keadaan mampu secara ekonomi dan sosial
  • memperoleh persetujuan anak dsn ijin tertulis dari orang tua/ wali anak
  • Membuat sureat pernyataan tertulis, bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan dan perlindungan anak
  • Adanya laporan sosial dari pekerja sosial setempat
  • Tealh mengasuh calon anak sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan, sejak ijin pengasuhan diberikan
  • Memperoleh ijin Menteri atau Kepala Instansi Sosial Provinsi

PERSYARATAN ADMINISTRASI

  • Permohonan Ijin anak kepada instansi sosial setempat
  • Surat Keterangan COTA (Calon Orang Tua Angkat) dari rumah sakit pemerintah (asli) untuk selanjutnya dapat diperbaharui pada saat kunjungan kedua
  • Surat Keterangan Kesehatan Jiwa COTA (Calon Orang Tua Angkat) dari dokter spesialis jiwa rumah sakit pemerinta (asli) untuk selanjutnya dapat diperbaharui pada saat kunjungan kedua
  • Surat Keterangan tentang fungsi organ reproduksi COTA (Calon Orang Tua Angkat) dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi rumah sakit pemerintah (asli)
  • copy Akte kelahiran COTA (Calon Orang Tua Angkat) 
  • Surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) setempat (asli)
  • Copy Surat Nikah/Akta Perkawinan COTA (Calon Orang Tua Angkat) (legalisir)
  • kartu Keluarga dan KTP COTA (Calon Orang Tua Angkat) 
  • Copy Akte Kelahiran CAA (Calon Anak Angkat)
  • Surat keterangan penghasilan dari tenpat kerja COTA (Calon Orang Tua Angkat) (asli)
  • Surat Pernyataan Persetujuan CAA (Calon Anak Angkat) diatas kertas bermaterai cukup bagi anak yang mampu manyampaikan pendapatnya
  • Surat Pernyataan Motivasi COTA (Calon Orang Tua Angkat) di atas kertas bermaterai cukup, yang menyatakan bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan perlindungan anak
  • Surat Pernyataan COTA (Calon Orang Tua Angkat) , akan memperlakukan anak angkat dan anak kandung tanpa diskriminasi sesuai dengan hak-hak dan kebutuhan anak,diatas kertas bermaterai cukup
  • Surat Pernyataan bahwa COTA (Calon Orang Tua Angkat) akan memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usul dan orang tua kandungnya dengan memperhatikan kesiapan anak
  • Surat Pernyataan COTA (Calon Orang Tua Angkat) bahwa COTA (Calon Orang Tua Angkat) tidak berhak menjadi wali nikah bagi anak angkat perempuan dan memberi kuasa kepada wali hakim
  • Surat Pernyataan persetujuan adopsi dari pihak keluarga COTA (Calon Orang Tua Angkat)
  • Surat Pernyataan dokumen adopsi adalah dokumen yang sah
  • Surat Keterangan kelakuan baik dari Rukun Tetangga (RT setempat)
  • Foto COTA (Calon Orang Tua Angkat) dan Calon Anak Angkat ukuran 4x6 masing-masing 2 lembar
  • Rekomendasi proses pengangkatan anak dari instansi sosian setempat

LAMA PENYELESAIAN

  • Kurang lebihnya 9 bulan

BIAYA

  • GRATIS